Copyright © Cerita Mila
Design by Dzignine edited milaizzatul
Tuesday, 22 November 2011

Alhamdulillah Mila gak autis.

hari ini berkali - kali gue ngomong kalimat yang jadi judul postingan gue kali ini.
jadi tadi siang, pas jeda istirahat pertama, gue buka twitter via hp pakek wifi sekolah, trus di timeline temen gue @aldahey ngeretweet


RT: Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika 

asli gue shock!! trus gue retweet gini

Bokap nyokap gue guru MTK wey O.ORT : RT: Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika 

pas gue buka link-nya dan gue membaca suatu wacana seperti ini

Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Jakarta, Risiko autis pada anak diyakini berhubungan dengan tingkat kecerdasan orangtua, khususnya yang berhubungan dengan matematika. Jika orangtua bekerja di bidang ilmu pasti misalnya sebagai teknisi, anaknya lebih rentan menjadi autis.


Sebuah penelitian diCambridge Universitykembali melontarkan gagasan bahwa tingkat kecerdasan orangtua berhubungan dengan risiko autis pada anak. Kecerdasan yang dimaksud berhubungan dengan kemampuan matematis, yang banyak dipakai di bidang ilmu pasti.


Prof Simon Baron Cohen yang akan memimpin penelitian itu mengatakan, orangtua yang bekerja di bidang ilmu pasti punya kecenderungan lebih tinggi untuk melahirkan anak autis. Pekerjaan yang dimaksud antara lain teknisi, insinyur, ilmuwan dan juga programmer.

"Pengujian yang jelas terhadap teori ini akan menunjukkan pada kita bahwa pasangan yang sama-sama pintar dan berpikir sistematis cenderung memiliki anak dengan spektrum autisme lebih tinggi," ungkap Prof Cohen seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (22/11/2011).

Penelitian yang baru akan dilakukan dalam waktu sangat dekat ini akan melibatkan sekelompok sarjana yang direkrut secara acak. Para ilmuwan akan mengamati bagaimana para sarjana itu mengasuh anaknya, lalu melihat pengaruhnya terhadap risiko autis.

Meski belum melahirkan kesimpulan baru, hasil penelitian ini nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari berbagai penelitian terdahulu. Memang, hubungan antara tingkat kecerdasan orangtua dengan risiko autis pada anak sudah lama menjadi perhatian para ahli.

Sebuah laporan tahun 2001 menyimpulkan, seorang ahli matematika cenderung punya spektrum autis yang lebih tinggi dibanding orang lain dengan tingkat kecerdasan yang sama yang bekerja di bidang lain. Sebelumnya pada tahun 1997, anak dan bahkan cucu insinyur terbukti lebih berisiko menjadi autis.

(up/ir)


berita ini bakal menggemparkan keluarga gue. dan barusan gue informasikan ke nyokap bokap gue dan mereka pun serentak menjawab "wah mama sama papa bukan ahli kok. kamu tenang aja!!"
wahahah, ngeri amat kalo gue autis.
tapi kata temen gue, "lo gak autis aja udah brutal miiiiil, apa lagi autis"
-__________- oke fine

0 komen:

Post a Comment

waktunya komentaaar