Copyright © Cerita Mila
Design by Dzignine edited milaizzatul
Sunday, 1 January 2012

2011 to 2012

waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
HAPPY NEW YEEEEEEEEEEEEEEEAR!!!!!!
welcome 2012

azek dah 2012 udah dimasukin nih. Kalender udah pada ganti baru semua kan? akakakak
wuhuuuuuuu 2012 pasti bakal jadi tahun genting bagi hidup gue. waaaaa kelas 12 nih!!!!!

Oke, katanya orang bijak sih, orang sukses itu adalah orang yang selalu mengevaluasi setiap pekerjaannya. Iya sih, kita bisa tahu kesalahan-kesalahan kita ya dari evaluasi, makanya gue mau flashback apa aja sih cerita mila selama tahun 2011 ini? kayaknya sih postingan makin akhir tahun makin banyak. wkwkwk makin seru sih hari-hari gue :D
ya udah lah dari pada panjang lebar langsung saja. Cekidot!

Thursday, 29 December 2011

Jackpot saat SMA

lohaloooooooooo~
apa kabar nih? baik kan? baik dong, kalo gak baik mah gak mungkin blogwalking heheh. oiya, kalo lagi mual baca tulisan yang banyaaaaaak banget, gue saranin sih, langsung exit aja deh, soalnya postingan kali ini panjang maksimal. kalo emang udah diniatin "gue pengen baca blognya mila ah!" (azek) ya monggooooo~

ketebak kan gue mau posting apa kali ini. Yak! tentang Rohis48. (kok lo lagi seneng posting tentang Rohis sih mil dari pada astro? kayaknya sesuatu banget gitu. ekekek #abaikan)

jadi sejujurnya gue udah mau bikin ni postingan dari minggu-minggu lalu, tapi yaaaa beribu godaan dan musibah membuat gue selalu gagal menyelesaikan postingan ini huft

aduh gue speechless nih terlalu banyak kata-kata yang kepengen banget gue ketik tentang rohis saking banyaknya gue bingung mau ngetik yang mana dulu 
hmmm......................................(satu kali bumi berotasi).............................

yak! kalo gue ditanya "MILA! SEBUTKAN SEBANYAK-BANYAKNYA KATA YANG TERLINTAS DI BENAK LO KALO LO MENDENGAR KATA 'ROHIS48'"!
Lima kata pertama yang bakal gue sebutkan adalah
(1) Mirror
(2) Proker
(3) Science Club (<-- ini dua kata miiiiil)
(4) Skandal
(5) Miracle
lima kata itu ngaco juga sih sebenernya haha tapi gue mau deskrip kenapa gue mikir ke 5 kata itu.

1. Mirror
Jadi Rohis48 angkatan 12 ini punya nama
Sunday, 11 December 2011

BT menunggu GBT

hey -_____-"
lesu banget gue hari ini, ya gimana nggak. gue kecewa banget semalem gagal melancarkan aksi foto - foto gerhana bulan. padahal semalem sebelumnya gue sempet prustasi gara - gara semua kamera di bawa bokap gue buat tugas Dinas. dengan segenap cara akhirnya DSLR ditangan tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~ hmmmm

udah dari bulan Juni gue mentengin gimana kondisi satelit kita yang satu itu di malam 10 Desember 2011. Dan gak kerasa sampailah gue pada malam itu. dan itu kemaren malem.
Udah gue duga sih dari jauh-jauh hari, kayaknya kalo bulan Desember bakalan musim ujan. Malahan kemaren lusa sempet hujan es sore - sore. Tapi ya, gue tetep optimis aja bisa dapet langit cerah di malam 10 Desember.

Pagi sampai siang gue ada di sekolah, buat menghadiri Serah Terima Amanah (Sertiam) ROHIS48.
Jam 14.00 gue izin pulang buat berangkat ke Planetarium & Observatorium Jakarta. Cuaca waktu itu udah gerimis. -______-" gue janjian sama adek gue di Halte Taman Mini Garuda.

Oke, dipersingkat ya ceritanya.
Satu jam setangah perjalanan gue menuju planetarium. waktu yang spektakuler soalnya gue gak tau kalau bus rute PGC - Ancol gak berhenti di halte UKI, jadi gue malah menunggu sesuatu yang tak mungkin disana =_=
sip jam setengah 4 gue sampe' ruang multimedia (MM) Planetarium. gue disambut sama Sabrina. trus ada Aini, Helmi sama Ryandhika. Ini pertama kalinya gue ke ruang MM lagi semenjak pelatihan OSP 2010. Udah beda banget sama waktu itu. lebih hmmmm elegan gimanaaaa gitu.
Hal yang bikin gue terheran lagi adalah, ruang MM udah full!! Malah ada yang lesehan tuh. Baru kali ini, ruang MM segede itu bisa penuh. Akhirnya gue sama temen-temen gue itu, nonton kak Norma Yunita sama kak Adly ngisi materi dari ruang operator yang ada di paling belakang. hahaha

Materi kali itu adalah tentang gerhana, trus dilanjutin sama materi tentang planetarium.
"Alhamdulillah Mila dateeeeeeeeeeeeng." tiba-tiba gue denger beberapa orang ngomong gitu di belakang gue. ternyata itu kak Nurdin, kak Ray sama kak Dessy -______- trus kata kak Nurdin, "mila udah 76 tahun ke kesini." brasa komet Halley kali yaaaaa. hahah

Jam 17.30 gue baru melihat kursi kosong. dan akhirnya gue, adek gue & sabrina baru masuk ke ruang MM. ternyata di belakang bangku gue ada Maufiroh. haha. Sambil nunggu adzan, ada perkenalan anggota-anggota pengurus HAAJ trus pengumuman APOY atau Astronomy Picture Of the Year, yang menang itu foto hasil jepretan Farah Qoonita. temen-temen gue juga ternyatah -,-

ternyata kawan, pas maghrib malah ujan dereeeeees banget. ya udah dah, gak mungkin banget dalam sekejap bisa cerah. Ba'da maghrib adek kelas gue si Maulana Ardhi baru dateng bersama 3 cewek yang (katanya) itu saudaranya. haha
Trus sekitar jam 19.00 gue dan teman-teman yang sekarang udah ketambahan Dinar sama Nael masuk ke perpus planetarium buat ngomongin evaluasi dari angket HAAJ yang disebar setelah materi tadi sore.
yaaaa, namanya juga HAAJ, gaaaaak pernah bener-bener serius ngomongin sesuatu, tapi itu yang bikin gue seneng ada dikomunitas ini. :D

Jaaaaaaaam, 21.00 kak Ronny yang bertugas patroli langit masih melaporkan kalo langit masih menangis. yah, ya sudah lah. akhirnya kita cuma bisa streaming kondisi bulan di berbagai wilayah indonesia dan mancanegara. asli gue sedih banget waktu itu.
Trus 30 menit kemudian, kita semua turun ke lantai satu. ternyata udah banyak yang berguguran. Adek kelas gue akhirnya pulang. Sepertinya dia lagi gak beruntung.
Di lantai satu, para pengunjung yang masih setia menunggu gerhana yang pastinya udah melewati fase puncak, digelarin karpet dan sama-sama melihat streaming kondisi bulan di berbagai belahan dunia sambil di jelasin mengenai gerhana sama kak Rayhan.

(kiri ke kanan) Aini, Mila, Dinar, Sabrina, Nael 
Karena gue dan Dinar ngerasa buang-buang ATP ngebawa SLR ke planetarium tanpa dipergunakan, akhirnya kita melancarkan aksi NARSIIIIIIIIIIS. hahaha dari pada bete. seenggaknya ada bukti otentik kalau gue setia menanti gerhana bulan total kali ini Y...Y

Jam 22.00 sebenernya gue udah pengen pulang, tapi khawatir ada moment yang gue lewatkan sebelum gerhana bulan selesai. Akhirnya gue nungguin sampai hampir jam 23.00. Setelah gue rasa gerhana bulan udah masuk fase P4 akhirnya gue, sabrina dan dinar memutuskan untuk pulang.

Yak, begitulah naasnya GBT kali ini. speechless gue gak bisa ngomong apa-apa lagi -,-
Sunday, 4 December 2011

Bedah Impian

2012, I will come back as your student!!
aamiiiin Ya Rabbal Alamin
Tuesday, 22 November 2011

Alhamdulillah Mila gak autis.

hari ini berkali - kali gue ngomong kalimat yang jadi judul postingan gue kali ini.
jadi tadi siang, pas jeda istirahat pertama, gue buka twitter via hp pakek wifi sekolah, trus di timeline temen gue @aldahey ngeretweet


RT: Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika 

asli gue shock!! trus gue retweet gini

Bokap nyokap gue guru MTK wey O.ORT : RT: Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika 

pas gue buka link-nya dan gue membaca suatu wacana seperti ini

Anak Lebih Rentan Autis Kalau Orangtua Pintar Matematika
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Jakarta, Risiko autis pada anak diyakini berhubungan dengan tingkat kecerdasan orangtua, khususnya yang berhubungan dengan matematika. Jika orangtua bekerja di bidang ilmu pasti misalnya sebagai teknisi, anaknya lebih rentan menjadi autis.


Sebuah penelitian diCambridge Universitykembali melontarkan gagasan bahwa tingkat kecerdasan orangtua berhubungan dengan risiko autis pada anak. Kecerdasan yang dimaksud berhubungan dengan kemampuan matematis, yang banyak dipakai di bidang ilmu pasti.


Prof Simon Baron Cohen yang akan memimpin penelitian itu mengatakan, orangtua yang bekerja di bidang ilmu pasti punya kecenderungan lebih tinggi untuk melahirkan anak autis. Pekerjaan yang dimaksud antara lain teknisi, insinyur, ilmuwan dan juga programmer.

"Pengujian yang jelas terhadap teori ini akan menunjukkan pada kita bahwa pasangan yang sama-sama pintar dan berpikir sistematis cenderung memiliki anak dengan spektrum autisme lebih tinggi," ungkap Prof Cohen seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (22/11/2011).

Penelitian yang baru akan dilakukan dalam waktu sangat dekat ini akan melibatkan sekelompok sarjana yang direkrut secara acak. Para ilmuwan akan mengamati bagaimana para sarjana itu mengasuh anaknya, lalu melihat pengaruhnya terhadap risiko autis.

Meski belum melahirkan kesimpulan baru, hasil penelitian ini nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari berbagai penelitian terdahulu. Memang, hubungan antara tingkat kecerdasan orangtua dengan risiko autis pada anak sudah lama menjadi perhatian para ahli.

Sebuah laporan tahun 2001 menyimpulkan, seorang ahli matematika cenderung punya spektrum autis yang lebih tinggi dibanding orang lain dengan tingkat kecerdasan yang sama yang bekerja di bidang lain. Sebelumnya pada tahun 1997, anak dan bahkan cucu insinyur terbukti lebih berisiko menjadi autis.

(up/ir)


berita ini bakal menggemparkan keluarga gue. dan barusan gue informasikan ke nyokap bokap gue dan mereka pun serentak menjawab "wah mama sama papa bukan ahli kok. kamu tenang aja!!"
wahahah, ngeri amat kalo gue autis.
tapi kata temen gue, "lo gak autis aja udah brutal miiiiil, apa lagi autis"
-__________- oke fine